Kenapa Proses Pembuatan Seaman Book Faktanya Tidak Sesederhana yang Dibayangkan?

Proses pembuatan Seaman Book sering di anggap sederhana: siapkan dokumen, daftar, lalu ambil buku. Namun faktanya, banyak pelaut—terutama pemula—mengalami hambatan yang membuat prosesnya terasa lebih panjang dan melelahkan. Ada beberapa alasan utama mengapa pengurusan Seaman Book tidak selalu berjalan mulus.

Kenapa Proses Pembuatan Seaman Book Faktanya Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

1. Persyaratan Dokumen yang Ketat dan Harus Valid

Salah satu alasan terbesar adalah ketatnya persyaratan administrasi. Seaman Book adalah dokumen internasional yang berfungsi sebagai identitas profesional pelaut, sehingga setiap data harus valid dan sesuai.
Kesalahan kecil seperti nama berbeda antara KTP dan sertifikat, foto yang tidak sesuai standar, atau sertifikat BST yang belum terdaftar secara digital bisa membuat proses tertunda.


2. Sistem Online yang Mengharuskan Kelengkapan Data

Saat ini proses pendaftaran di lakukan melalui sistem digital seperti pelaut.go.id.
Faktanya, tidak semua pelaut terbiasa mengunggah dokumen, mengompres file, atau mengisi data secara online. Kesalahan teknis seperti gagal unggah atau salah input sering membuat permohonan di tolak atau harus di ulang dari awal.
Inilah yang membuat banyak pemohon merasa prosesnya lebih rumit di banding datang langsung ke kantor.


3. Tingginya Jumlah Pemohon di KSOP

KSOP adalah kantor yang melayani pelaut dari banyak wilayah.
Pada waktu-waktu tertentu, jumlah pemohon meningkat drastis, misalnya setelah masa pandemi, masa liburan tertentu, atau saat rekrutmen besar-besaran dari perusahaan kapal.
Akibatnya, antrian verifikasi menjadi panjang, dan penerbitan buku bisa molor dari estimasi normal.


4. Validasi dan Keamanan Data yang Harus Di pastikan

Karena Seaman Book merupakan dokumen legal yang di akui secara internasional, KSOP harus memastikan semua data pelaut aman, benar, dan bebas dari pemalsuan.
Proses pengecekan latar belakang, validasi sertifikat, dan sinkronisasi data membutuhkan waktu tersendiri—hal yang sering tidak terlihat oleh pemohon.


5. Kurangnya Informasi yang Di pahami Pelaut Pemula

Banyak pemula mengurus Seaman Book tanpa memahami alur resmi, syarat lengkap, atau prosedur teknis.
Hasilnya, mereka bolak-balik melengkapi berkas atau salah memilih jadwal, yang akhirnya memperlama proses. Dengan informasi yang tepat, sebenarnya banyak hambatan bisa di hindari.

Faktanya, proses pembuatan Seaman Book tidak rumit, tetapi memang membutuhkan ketelitian, kelengkapan data, serta kesabaran.
Dengan memahami alasan-alasan di atas, pelaut dapat mempersiapkan diri lebih baik dan memastikan pengurusan berjalan jauh lebih lancar.

Di sinilah peran CV. Amanah Rukun Barokah sangat penting. Kami hadir untuk memberikan solusi yang tepat dan memudahkan pengurusan buku Pelaut kalian.

SC : https://dokumenpelaut.dephub.go.id/