Apa Kesalahan Umum Perpanjang Buku Pelaut?

Perpanjang buku pelaut adalah kewajiban bagi setiap awak kapal agar tetap bisa bekerja secara legal. Buku pelaut sendiri merupakan dokumen resmi yang di terbitkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Meskipun prosedurnya cukup jelas, masih banyak pelaut yang melakukan kesalahan saat proses perpanjangan. Kesalahan ini bisa menyebabkan keterlambatan kontrak kerja bahkan penundaan keberangkatan.

Berikut beberapa kesalahan umum dalam perpanjang buku pelaut.

Apa Kesalahan Umum Perpanjang Buku Pelaut (1)

1. Mengurus Saat Sudah Kedaluwarsa

Kesalahan paling sering terjadi adalah menunggu hingga masa berlaku benar-benar habis. Banyak pelaut baru mengurus ketika sudah mendekati jadwal sign on. Akibatnya, proses menjadi terburu-buru dan berisiko tidak selesai tepat waktu.

Sebaiknya perpanjangan di lakukan beberapa bulan sebelum masa berlaku habis agar lebih aman dan tidak mengganggu kontrak kerja.

2. Dokumen Tidak Lengkap

Kesalahan berikutnya adalah tidak menyiapkan persyaratan dengan lengkap. Misalnya, lupa membawa KTP, pas foto tidak sesuai ketentuan, atau sertifikat pendukung belum di perbarui.

Ketidaklengkapan dokumen membuat proses verifikasi tertunda dan pelaut harus kembali lagi di hari lain. Hal ini tentu membuang waktu dan biaya tambahan.

3. Data Tidak Sesuai

Perbedaan data antara buku pelaut dan dokumen lain seperti KTP atau sertifikat kompetensi juga sering menjadi kendala. Kesalahan penulisan nama, tanggal lahir, atau jabatan bisa membuat proses tertunda karena perlu klarifikasi atau perbaikan data.

Pastikan semua data konsisten sebelum mengajukan perpanjangan.

4. Tidak Memahami Prosedur Resmi

Sebagian pelaut kurang memahami alur resmi perpanjangan di kantor KSOP atau Syahbandar. Akibatnya, mereka salah antre, salah loket, atau kurang mengetahui tahapan pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Sebelum datang, ada baiknya mencari informasi terlebih dahulu mengenai prosedur yang berlaku di pelabuhan setempat.

5. Menggunakan Jalur Tidak Resmi

Kesalahan lain yang cukup berisiko adalah menggunakan jalur tidak resmi yang menjanjikan proses instan tanpa prosedur jelas. Cara seperti ini bisa membahayakan legalitas dokumen dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

Perpanjangan buku pelaut harus tetap melalui sistem resmi agar sah secara hukum dan di akui oleh perusahaan pelayaran.

Kesalahan umum dalam perpanjang buku pelaut biasanya terjadi karena kurang persiapan, menunda waktu, atau tidak memahami prosedur resmi. Padahal, proses ini sebenarnya cukup sederhana jika di lakukan sesuai aturan. Dengan menyiapkan dokumen lengkap, memastikan data sesuai, dan mengurus lebih awal, pelaut dapat menghindari hambatan administrasi serta menjaga kelancaran kontrak kerja di atas kapal.

Di sinilah peran CV. Amanah Rukun Barokah sangat penting. Kami hadir untuk memberikan solusi yang tepat dan memudahkan pengurusan buku Pelaut kalian.

SC : https://dokumenpelaut.dephub.go.id/