Tantangan Pengurusan Buku Pelaut di Perusahaan Pelayaran

Tantangan Pengurusan Buku Pelaut – Bagi perusahaan pelayaran, pengurusan Buku Pelaut (Seaman Book) bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari kepatuhan terhadap regulasi nasional dan internasional. Buku Pelaut menjadi identitas resmi awak kapal, mencatat pengalaman pelayaran, sertifikasi, dan legalitas bekerja. Namun, proses pengurusan ini sering menghadapi berbagai tantangan yang bisa memengaruhi operasional perusahaan.

Tantangan pengurusan buku pelaut di perusahaan pelayaran (1)

1. Kompleksitas Dokumen dan Persyaratan

Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan dokumen setiap awak kapal lengkap dan valid. Dokumen yang di butuhkan antara lain:

  • KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  • Ijazah terakhir atau surat keterangan pendidikan pelayaran
  • Sertifikat Basic Safety Training (BST)
  • Surat keterangan sehat dan bebas narkoba
  • NPWP (jika di perlukan)

Perusahaan harus memeriksa setiap dokumen dengan teliti. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai standar Ditjen Hubla bisa menunda penerbitan Buku Pelaut dan berdampak pada jadwal keberangkatan kapal.


2. Sistem Online yang Kadang Tidak Stabil

Meskipun pengurusan Buku Pelaut kini menggunakan sistem online Ditjen Hubla, perusahaan sering menghadapi kendala seperti:

  • Server lambat atau overload saat banyak pelaut mendaftar sekaligus
  • Kesalahan unggah dokumen yang memerlukan perbaikan berulang
  • Perlu koordinasi antara perusahaan dan calon pelaut untuk memastikan data sesuai

Kendala ini bisa menunda proses, terutama jika kapal harus segera berangkat.


3. Perubahan Regulasi dan Standar Internasional

Perusahaan pelayaran harus selalu mengikuti update regulasi nasional dan internasional. Misalnya, perubahan standar IMO (International Maritime Organization) atau kebijakan Ditjen Hubla dapat memengaruhi dokumen yang di butuhkan atau prosedur pengurusan. Ketidaktahuan akan regulasi baru bisa menyebabkan keterlambatan administrasi.


4. Kesadaran dan Kepatuhan Awak Kapal

Tantangan lain datang dari kepatuhan awak kapal sendiri. Tidak semua pelaut memahami pentingnya Buku Pelaut atau sertifikat pendukung. Keterlambatan menyerahkan dokumen atau ketidaklengkapan data pribadi sering memaksa perusahaan melakukan follow-up berkali-kali, yang memakan waktu dan sumber daya.


5. Solusi Praktis bagi Perusahaan

Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan bisa:

  • Membuat checklist dokumen lengkap sebelum mendaftarkan pelaut
  • Menunjuk tim khusus atau menggunakan jasa pengurusan Buku Pelaut resmi
  • Memantau update regulasi secara rutin
  • Memberikan sosialisasi kepada awak kapal agar memahami prosedur dan pentingnya dokumen resmi

Pengurusan Buku Pelaut di perusahaan pelayaran memang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dokumen yang kompleks, sistem online, regulasi yang berubah, hingga kepatuhan awak kapal. Namun, dengan persiapan matang, pemantauan rutin, dan dukungan jasa resmi, perusahaan dapat memastikan proses pengurusan berjalan lancar, sehingga operasional kapal tetap efisien dan aman secara hukum.

Di sinilah peran CV. Amanah Rukun Barokah sangat penting. Kami hadir untuk memberikan solusi yang tepat dan memudahkan pengurusan buku Pelaut kalian.

SC : https://dokumenpelaut.dephub.go.id/