Buku Pelaut dan Sertifikat Keselamatan – Apa Bedanya?
Buku Pelaut dan Sertifikat Keselamatan – Dalam dunia pelayaran, dua dokumen penting yang wajib di miliki oleh setiap awak kapal adalah Buku Pelaut (Seaman Book) dan Sertifikat Keselamatan atau Basic Safety Training (BST). Meski sering disebut bersamaan, keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar pelaut dapat mematuhi regulasi dan memastikan kariernya di laut berjalan lancar.

1. Buku Pelaut: Identitas Resmi Pelaut
Buku Pelaut adalah dokumen resmi yang di terbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Fungsinya mirip seperti paspor bagi pelaut:
- Identitas resmi pelaut, berisi data pribadi, foto, tanda tangan, dan catatan pekerjaan di kapal.
- Rekam jejak pengalaman pelayaran, mencatat kapal yang pernah di naiki, lama berlayar, dan posisi atau jabatan di kapal.
- Di gunakan untuk legalitas bekerja di kapal, baik domestik maupun internasional.
Dengan Buku Pelaut, pihak perusahaan dan otoritas pelayaran dapat memverifikasi bahwa seorang pelaut memenuhi syarat untuk bekerja di kapal tertentu.
2. Sertifikat Keselamatan (BST): Bukti Kompetensi Keselamatan di Laut
Sertifikat Keselamatan, sering di kenal sebagai Basic Safety Training (BST), adalah dokumen yang menunjukkan bahwa pelaut telah mengikuti pelatihan keselamatan dan siap menghadapi situasi darurat di kapal. Fungsinya meliputi:
- Memberikan pengetahuan dan keterampilan keselamatan seperti penggunaan life jacket, kapal penyelamat, pemadaman kebakaran, dan pertolongan pertama.
- Syarat wajib bagi setiap awak kapal sebelum naik kapal untuk memastikan keselamatan diri dan rekan kerja.
- Di terbitkan oleh lembaga pelatihan yang terakreditasi resmi oleh Ditjen Hubla atau IMO (International Maritime Organization).
Dengan sertifikat ini, pelaut dapat bekerja dengan aman, meminimalisasi risiko kecelakaan, dan mematuhi standar internasional keselamatan pelayaran.
3. Perbedaan Utama
| Aspek | Buku Pelaut | Sertifikat Keselamatan (BST) |
|---|---|---|
| Fungsi | Identitas resmi dan catatan pelayaran | Bukti kompetensi keselamatan dan pelatihan |
| Penerbit | Ditjen Hubla | Lembaga pelatihan terakreditasi |
| Kegunaan utama | Legalitas bekerja di kapal | Keselamatan diri dan rekan kerja |
| Masa berlaku | Sampai perpanjangan selanjutnya | Biasanya 5 tahun (tergantung jenis) |
Buku Pelaut dan Sertifikat Keselamatan memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi. Buku Pelaut menunjukkan identitas dan pengalaman pelaut, sedangkan Sertifikat Keselamatan memastikan pelaut memiliki keterampilan menghadapi situasi darurat. Kedua dokumen ini wajib di miliki bagi siapa pun yang ingin berkarier di laut secara profesional dan legal.
Memahami perbedaan ini juga membantu pelaut dan penyedia jasa pengurusan dokumen untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum naik kapal.
Di sinilah peran CV. Amanah Rukun Barokah sangat penting. Kami hadir untuk memberikan solusi yang tepat dan memudahkan pengurusan buku Pelaut kalian.
