Faktor Penerbitan Buku Pelaut yang Memengaruhi Kecepatan Proses

Faktor Penerbitan Buku Pelaut – Bagi para pelaut, Buku Pelaut (Seaman Book) adalah dokumen wajib yang berfungsi sebagai identitas resmi dan catatan pengalaman berlayar. Tanpa dokumen ini, seorang pelaut tidak bisa melamar kerja di kapal, mengikuti praktik laut, ataupun mendapatkan izin berlayar dari Syahbandar.

Namun, dalam praktiknya, kecepatan penerbitan Buku Pelaut sering kali berbeda-beda antara satu pelaut dengan lainnya. Ada yang selesai hanya dalam hitungan hari, ada juga yang memakan waktu berminggu-minggu. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Berikut ini penjelasan lengkap tentang faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan penerbitan Buku Pelaut, baik secara resmi maupun melalui jasa pengurusan profesional.

Faktor penerbitan buku pelaut yang memengaruhi kecepatan proses

1. Kelengkapan dan Validitas Dokumen

Faktor paling utama yang memengaruhi cepat atau lambatnya penerbitan Buku Pelaut adalah kelengkapan dan keaslian dokumen.

Untuk membuat Buku Pelaut baru, pelamar wajib melampirkan:

  • KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto berlatar belakang biru ukuran 4×6
  • Ijazah terakhir atau surat keterangan dari sekolah pelayaran
  • Sertifikat Basic Safety Training (BST)
  • Surat Keterangan Sehat dari Balai Kesehatan Pelaut atau dokter resmi

Jika salah satu dokumen tidak lengkap, tidak valid, atau masa berlakunya sudah habis, maka proses akan tertunda karena perlu verifikasi ulang.

Tips: Periksa kelengkapan berkas sebelum mendaftar — terutama masa berlaku sertifikat BST dan surat sehat.


2. Kesesuaian Data di Sistem Hubla

Proses penerbitan Buku Pelaut di lakukan melalui sistem online resmi Ditjen Hubla di situs

Banyak pelamar mengalami keterlambatan karena data yang di masukkan tidak sesuai dengan dokumen fisik. Misalnya:

  • Nama tidak sama antara KTP dan sertifikat
  • Tanggal lahir salah input
  • Foto tidak sesuai format

Kesalahan kecil seperti ini bisa membuat data di tolak atau pending verifikasi, sehingga memperlambat proses penerbitan.


3. Jumlah Antrian di Kantor Syahbandar

Proses penerbitan Buku Pelaut juga bergantung pada jumlah pemohon di kantor Syahbandar atau Disnav setempat.

Pada masa tertentu — seperti menjelang musim berlayar atau rekrutmen besar perusahaan pelayaran — jumlah pendaftar bisa melonjak tajam.
Akibatnya, jadwal foto, wawancara, dan verifikasi dokumen menjadi padat, sehingga waktu tunggu lebih lama dari biasanya.

Tips: Daftar lebih awal sebelum musim ramai, atau gunakan jasa pengurusan yang bisa membantu mengatur jadwal Anda lebih efisien.


4. Status Verifikasi dari Ditjen Hubla

Setelah pendaftaran dan verifikasi awal, data pelaut akan di periksa oleh petugas Hubla pusat.
Kecepatan respons tergantung pada:

  • Beban kerja petugas verifikasi
  • Tingkat akurasi data pelamar
  • Kondisi sistem online (terkadang mengalami pemeliharaan atau pembaruan)

Jika semua data sesuai, Buku Pelaut bisa di terbitkan dalam waktu 3 hari kerja. Namun jika ada kesalahan data atau masalah teknis, proses bisa tertunda hingga 2–3 minggu.


5. Lokasi dan Infrastruktur Pelabuhan

Kantor Syahbandar di kota besar seperti Tanjung Priok, Surabaya, Batam, atau Makassar biasanya memiliki sistem dan SDM yang lebih lengkap, sehingga proses lebih cepat.
Sementara di wilayah yang lebih kecil, infrastruktur IT dan sumber daya manusia bisa terbatas, yang menyebabkan proses penerbitan memerlukan waktu lebih lama.


6. Penggunaan Jasa Pengurusan Profesional

Bagi pelaut yang sibuk atau belum paham prosedur online, menggunakan jasa pengurusan Buku Pelaut resmi dan terpercaya bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses.

Layanan profesional biasanya:

  • Membantu memeriksa dan melengkapi dokumen
  • Mengisi data dengan benar di sistem Hubla
  • Menjadwalkan sesi foto dan wawancara
  • Memastikan semua berjalan sesuai prosedur resmi

Dengan pendampingan dari tim berpengalaman, kesalahan administrasi bisa di hindari sehingga penerbitan berjalan lebih cepat dan lancar.


7. Perubahan Regulasi atau Sistem Online

Kementerian Perhubungan secara berkala memperbarui sistem administrasi pelaut dan regulasi terkait penerbitan dokumen.
Kadang, pembaruan sistem ini menyebabkan penundaan sementara di beberapa daerah, karena petugas dan pengguna harus menyesuaikan dengan format atau prosedur baru.

Tips: Pantau informasi resmi dari Hubla atau tanyakan pada jasa pengurusan berpengalaman yang selalu update dengan kebijakan terbaru.

Kecepatan penerbitan Buku Pelaut sangat bergantung pada faktor internal (kelengkapan dokumen, kesesuaian data) dan faktor eksternal (antrian, sistem, regulasi).
Namun dengan persiapan yang baik dan bimbingan dari pihak yang berpengalaman, proses penerbitan Buku Pelaut bisa berjalan cepat, aman, dan sesuai aturan.


Butuh Bantuan Mengurus Buku Pelaut dengan Cepat dan Resmi?

Kami siap membantu Anda mengurus pembuatan dan perpanjangan Buku Pelaut secara resmi, cepat, dan tanpa ribet.
Tim kami berpengalaman menangani ratusan pelaut di seluruh Indonesia dan memastikan semua dokumen Anda terverifikasi sesuai standar Hubla.

Jangan tunda! Urus Buku Pelaut Anda sekarang agar karier berlayar tetap lancar dan legal.

Di sinilah peran CV. Amanah Rukun Barokah sangat penting. Kami hadir untuk memberikan solusi yang tepat dan memudahkan pengurusan buku Pelaut kalian.

SC : https://dokumenpelaut.dephub.go.id/

Baca Juga :
https://cvamanahrukunbarokah.com/apa-itu-buku-pelaut-dan-mengapa-wajib-dimiliki/
https://cvamanahrukunbarokah.com/buku-pelaut-bagi-tenaga-kerja/

Baca Juga :
https://cvamanahrukunbarokah.com/cara-mengurus-buku-pelaut-terbaru/
https://cvamanahrukunbarokah.com/langkah-cara-buku-pelaut/

Ini Baca Juga :
https://cvamanahrukunbarokah.com/syarat-pembuatan-buku-pelaut/
https://cvamanahrukunbarokah.com/buku-pelaut-untuk-calon-abk/

Baca Juga :
https://cvamanahrukunbarokah.com/ini-cara-memperpanjang-buku-pelaut/
https://cvamanahrukunbarokah.com/perbedaan-buku-pelaut-baru-dan-lama/

Baca Juga :
https://cvamanahrukunbarokah.com/berapa-lama-pembuatan-buku-pelaut/
https://cvamanahrukunbarokah.com/yang-diperlukan-untuk-mengurus-buku-pelaut/